Gubernur Banten, Wahidin Halim: Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Warga dan Keluarga Tinggal di Rumah Saja Untuk Cegah Penyebaran Covid 19 dan Patuhi Prokes.


(sumber: Wartakota.tribunnews.com)

Gubernur Banten Wahidin Halim meminta warga agar berada di rumah selama libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurut Wahidin, aktivitas menghabiskan waktu di luar rumah dapat menyebabkan penularan.

“Jadi jangan malah datang pesta apalagi menghabiskan uang. Sadarlah saudaraku,” katanya, Kamis (24/12/2020).

Wahidin meminta pihak pengelola hotel untuk menutup tempat usaha agar tidak menjadi sarana penyebaran. Apabila ada yang melanggar protokol kesehatan, Wahidin meminta Polda Banten untuk menindak tegas.

“Bubarin kalau ada kerumunan. Saya yang tanggung jawab bila perlu periksa dan kenakan sanksi pidana terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang,” katanya.

Bertepatan dengan momentum Natal, Wahidin meminta agar umat beragama Nasrani berdoa kepada Tuhan agar pandemi segera berakhir.

Pada kesempatan itu, Wahidin juga menyinggung kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Provinsi Banten, yang harus kembali ditunda untuk kedua kalinya.

Untuk itu, Wahidin menyurati seluruh Bupati dan Wali Kota di Provinsi Banten untuk mengikuti instruksinya menunda kegiatan belajar mengajar tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

“Apabila ada yang melanggar aturan tersebut, itu akan masuk ke pelanggaran protokol kesehatan dan akan ada sanksi pidana bagi siapapun yang tidak menjalankan itu,” katanya.

Apabila terdapat kepala daerah atau sekolah yang masih membuka sekolah pada Januari 2021, pihaknya tidak akan bertanggung jawab apabila menimbulkan dampak negatif dan perhatian khusus bagi pemerintah.

Wahidin sangat menyadari dan memahami setiap keluhan dari masyarakat yang ada terkait sekolah tatap muka, akan tetapi ia mempertegas mengutamakan kepentingan masyarakat diatas segalanya.

“Keputusan ini akan berlaku sampai ada keputusan lebih lanjut dari Gubernur,” jelasnya.

Untuk saat ini, ia menyarankan sekolah di Banten masih tetap dilakukan secara daring sambil menunggu tren penurunan penularan di Banten dan pelaksanaan vaksinasi bagi para pelajar dan masyarakat. (boy/rls)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *