Hikmah Di Balik Positif Covid 19

Hikmah Di Balik Positif Covid 19
Oleh : Hilman Indrapura (Guru Dan Praktisi Beladiri Anak)

Juni-Juli 2021 angka penyebaran positif virus Covid 19 kembali naik, hampir setiap klinik, rumah sakit, puskesmas dan penyelenggara layanan kesehatan di Jabbodetabek kebanjiran pasien Corona. Entah dari mana asal virus itu menyebar, seolah-seolah virus seperti disebar dari pesawat sehingga bisa menyebar kemana-mana dengan cepat.

Saya di tengah kesibukan pekerjaan saya sebagai guru di akhir tahun yang sangat tinggi intensitas kegiatan, mulai dari lomba-lomba virtual, ulangan akhir tahun, laporan penilaian, dan persiapan wisuda sekolah dan kegiatan di organisasi olahraga pencak silat yang saya jalani. Hampir setiap hari saya pulang malam dan ditambah hujan setiap sorenya sehingga beberapa kali saya kehujanan.

Dalam kondisi yang mungkin drop keletihan saya, virus bisa masuk dengan leluasa ke tubuh saya.

Tepat tanggal 22 Juni 2021 saya terakhir masuk kerja, pulang malam hujan pula, saya pun merasa tidak enak badan pegal-pegal dan sakit tenggorakan, saya pun izin tidak masuk pada tanggal 23 Juni, tanggal 24 saya coba periksa swab karena melihat berita angka virus menaik dan khawatir saya positif karena tanggal 25 Juni saya mau coba masuk kerja. Hasil saya positif dan dianjurkan untuk PCR. PCR pun sama saya positif dengan nilai CT 21.83/26.53 atau fase penyembuhan jika dilihat di tabel CT.

Setelah berkoordinasi dengan pihak puskesmas melalui pengurus RT setempat saya dianjurkan isoman di rumah karena bergejala ringan (mungkin karena effect sudah vaksin) dan penuh tempat rehabilitas serta keluarga harus diswab di puskesmas. Selama isoman saya tidak merasa apa yang dirasakan oleh pasien Covid lain, saya isolasi di lantai dua rumah dengan disuport obat-obatan dan vitamin yang istri saya beli sendiri setelah konsultasi dengan dokter. Alhamdulilah istri, anak, dan mertua saya hasilnya negatif.

Selama isolasi mandiri yang berat menurut saya adalah melawan jenuh, ketakutan, dan kesedihan. Karena suasana hati menurut saya sangat mempengaruhi imun yang ada ditubuh kita. Semakin turun imun semakin semakin drop kondisi kita.

Untuk melawan rasa takut, bosan dan sedih saya saya manfaatkan kekosongan kegiatan saya dengan membaca Alquran, menonton tv atau youtube, hal-hal yang lucu/unik, karena saya ada peliharaan ikan cupang, saya urus & ngebred (budidaya ikan cupang), serta saya juga merapihkan tulisan saya di salah satu penerbit buku.

Tidak terasa 14 hari saya lewati saya pun periksa swab dan hasilnya negatif. Banyak pembelajaran yang saya dapat pada saat isoman yang bisa menjadi masukan untuk saya dan para pembaca artikel ini diantara nya :
– Segera vaksin jika belum vaksin, karena jika kita terpapar ditubuh kita sudah ada antibody virus sehingga gejala tidak tidak terlalu parah, dan proses penyembuhannya lebih mudah

– Kita segera sweb jika merasa tidak enak badan, walau bukan gejala Covid. Karena Covid varian baru sangat sulit ditebak. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan keluarga dan orang sekitar kita serta mengurangi angka penularan

– Jika negatif silakan aktivitas normal, tetap mematuhi protokol kesehatan, mematuhi aturan pemerintah dan menjaga imum tubuh dengan minum vitamin, pola hidup dan pikir sehat

– Jika positif Covid 19 JANGAN PANIK segera periksa PCR agar mengetahui nilai CT kita, PCR gratis di puskesmas atau di RS jika ada biaya dengan hasil lebih cepat

– Langsung pisah dengan orang di rumah yang negatif jangan kontak langsung, cukup dari jauh dan pakai masker serta semprotkan disinfektan (jika mahal bisa buat sendiri bisa cari panduan di google)

– Berkoordinasi dengan ketua gugus Covid setempat (pengurus RT/RW) dan puskesmas melalui WA atau SMS untuk memantau kondisi atau memerlukan obat-obatan atau resep dan langkah-langkah apa saja harus dilakukan, jika harus dibawa RS segera dibawa

– Aktivitas fisik jangan berhenti berolahraga ringan, menyapu, mengepel, cuci baju sendiri dan bersih-bersih.

– Mandi dengan air hangat, gosok gigi dan keramas agar tubuh kita bersih. Jika ada demam cukup dibasuh air hangat saja.

– Minum air putih yang hangat setiap saat, agar berkeringat sehingga air sisa metabolisme tubuh terbuang

– Ganti pakaian secara berkala dan jika basah keringat

– Makan makanan yang bergizi dan buah

– Selalu berpikir yang senang-senang jika bersedih jangan terlalut lama

– Jangan banyak lihat berita atau info tentang Covid di medsos atau media masa cukup patokan info ke ketua gugus.

Ada keberkahan dalam aktivitas isoman saya, antara lain ;
– Saya dapat dapat menyelesaikan tulisan saya, sehingga buku saya dapat di proses oleh salah satu penerbit dan akan di cetak

– Ikan cupang yang saya bredding berhasil lahir dengan jumlah yg banyak, semoga bertahan sampai besar

– Saya merasa lebih bugar

– Menambah pengetahuan saya dalam menghadapi Covid 19

– Lebih sayang sama keluarga dan teman yang support saat isolasi

– Tercapai target bacaan Quran

– dan masih banyak lagi

Demikian pengalaman saya saat isoman karena terpapar Covid 19 semoga bermanfaat untuk antisipasi kita mencegah penularan, dan semoga kita akan terbebas dari bahasa virus Corona.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *